Konsep Din Al-Islam
Resume
Konsep Din Al-Islam
Pengertian DIN
- Etimologis "Dāna – Yadīnu – Dīnan"
a. دَانَ (dāna)
Artinya:
-
tunduk
-
patuh
-
taat
-
berserah diri
-
memeluk suatu agama atau aturan
b. يَدِينُ (yadīnu)
Artinya:
-
ia menaati
-
ia menjalankan suatu sistem hidup
-
ia mengakui suatu kebenaran
c. دِينًا (dīnan / dīnanā = agama kita)
Artinya:
-
agama
-
sistem hidup
-
aturan yang mengikat
-
jalan hidup yang dipatuhi
Jadi, rangkaian kata ini menunjukkan tindakan seseorang yang tunduk dan mengikuti aturan yang kemudian melahirkan konsep “dīn” (agama).
Simpulan :
Kata dīn berasal dari akar kata dāna – yadīnu – dīnan, yang berarti: ketundukan, ketaatan, kepatuhan, dan cara hidup yang diikuti manusia. Dari sinilah muncul pengertian bahwa dīn (agama) adalah sistem hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan sesama, dan manusia dengan dirinya sendiri.
2. Terminologi
Secara istilah, dīn berarti:
Sistem hidup yang berasal dari Allah, yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, diri sendiri, dan alam.
Dalam Islam, dīn mencakup tiga aspek utama:
-
Aqidah (keimanan)
-
Syariah (aturan/ibadah & muamalah)
-
Akhlak (perilaku/moral)
-
Mengajarkan kedamaian, keadilan, dan kemaslahatan.
-
Membawa manfaat bagi semua makhluk, bukan hanya manusia atau umat Islam.
-
Menjaga hak-hak manusia, hewan, dan lingkungan.
-
Menghapus kezaliman dan menegakkan kasih sayang.
Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh jagad, makhluk hidup, dan alam semesta.
1. Hablum Minallah (ḥablum min Allāh)
Mencakup segala bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah, seperti:
Artinya: hubungan manusia dengan Allah.
-
iman kepada Allah,
-
salat, puasa, zakat, haji,
-
doa, zikir, tawakkal, syukur, sabar,
-
mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Intinya: menjaga hubungan spiritual, ibadah, dan ketaatan kepada Allah.
2. Habluminnannas
Hablum minannas = hubungan manusia dengan sesama manusia.
-
berbuat baik dan adil
-
saling tolong-menolong
-
jujur dan amanah
-
menghormati hak orang lain
-
menjaga silaturahmi
Islam mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia.
3. Hablum Minal ‘Alam (ḥablum min al-‘ālam)
‘Alam berarti seluruh ciptaan Allah selain manusia:
-
hewan,
-
tumbuhan,
-
tanah, air, udara,
-
gunung, sungai, laut,
-
ekosistem dan lingkungan.
Hablum minal ‘alam berarti hubungan manusia dengan alam semesta.
MANUSIA YANG MEMBUTUHKAN ALAM!
Comments
Post a Comment